UNHENA Gelar Kuliah Tamu Internasional, Bahas Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Berkelanjutan dan Ketahanan Masyarakat
TOBELO, 1 September 2026 — Universitas Hein Namotemo (UNHENA) terus memperluas wawasan akademik dan jejaring internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Internasional dengan menghadirkan Prof. R.W. Carter, B.Sc., B.Sc. sebagai narasumber. Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 September 2026 tersebut mengangkat tema “Sustainable Heritage and Coastal Resource Management: Building Community Resilience in Eastern Indonesia.”
Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya UNHENA dalam menghadirkan perspektif akademik internasional kepada mahasiswa dan sivitas akademika, khususnya terkait pengelolaan sumber daya pesisir, keberlanjutan warisan alam dan budaya, serta penguatan ketahanan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan dimoderatori oleh Febrina Olivia Akerina, S.Pi., M.Si yang memandu jalannya diskusi sekaligus membuka ruang interaksi antara narasumber dan peserta.
Mengangkat Isu Strategis bagi Kawasan Pesisir
Tema yang diangkat dalam kuliah tamu memiliki relevansi yang kuat dengan karakteristik wilayah Maluku Utara yang memiliki kawasan pesisir dan kepulauan yang luas serta sumber daya alam dan budaya yang beragam.
Pengelolaan wilayah pesisir saat ini tidak dapat hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan, pelestarian warisan lokal, kepentingan masyarakat, serta kemampuan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan dan sosial.
Melalui kuliah tamu tersebut, peserta memperoleh perspektif mengenai pentingnya membangun keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya pesisir dan upaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan serta nilai-nilai warisan yang dimiliki masyarakat.
Membangun Ketahanan Masyarakat melalui Pengelolaan Berkelanjutan
Salah satu gagasan penting yang menjadi perhatian dalam tema kuliah tamu adalah community resilience atau ketahanan masyarakat.
Masyarakat yang hidup di kawasan pesisir memiliki keterkaitan yang erat dengan sumber daya alam di sekitarnya. Karena itu, perubahan lingkungan, tekanan terhadap sumber daya, maupun perubahan sosial dan ekonomi dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan perlu menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses tersebut. Pengetahuan lokal, partisipasi masyarakat, inovasi, serta dukungan ilmu pengetahuan menjadi elemen yang dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan.
Perspektif tersebut memberikan pembelajaran penting bagi mahasiswa UNHENA untuk memahami bahwa pengelolaan sumber daya pesisir bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Memperluas Perspektif Akademik Mahasiswa
Kehadiran akademisi internasional dalam kegiatan kuliah tamu memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dari perspektif yang lebih luas.
Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari proses pembelajaran reguler di kelas, tetapi juga dapat mengenal perkembangan pemikiran dan praktik akademik dari lingkungan internasional.
Forum seperti ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, terbuka terhadap perspektif baru, serta mampu menghubungkan berbagai persoalan lokal dengan isu global.
Bagi UNHENA, penguatan wawasan internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan agar memiliki kemampuan beradaptasi dan berkompetisi di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.
Menghubungkan Pengetahuan Global dengan Potensi Lokal
Sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah kepulauan Maluku Utara, UNHENA memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal.
Isu keberlanjutan sumber daya pesisir menjadi salah satu bidang yang penting untuk dikaji karena memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Melalui kegiatan akademik seperti kuliah tamu internasional, UNHENA berupaya mempertemukan pengetahuan dan perspektif global dengan realitas lokal. Dengan demikian, mahasiswa dan dosen dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Mendorong Kolaborasi Akademik Internasional
Kuliah tamu internasional juga menjadi bagian dari upaya UNHENA untuk memperluas hubungan akademik dengan komunitas ilmiah internasional.
Interaksi dengan akademisi dari luar negeri membuka peluang bagi pengembangan kerja sama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, maupun kegiatan pendidikan lainnya.
UNHENA terus mendorong sivitas akademika untuk membangun jejaring akademik yang lebih luas sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan reputasi institusi.
Komitmen UNHENA terhadap Pendidikan Berkelanjutan
Pelaksanaan Kuliah Tamu Internasional pada 1 September 2026 menjadi bagian dari komitmen UNHENA dalam menghadirkan proses pendidikan yang relevan dengan tantangan masa kini dan masa depan.
Melalui tema “Sustainable Heritage and Coastal Resource Management: Building Community Resilience in Eastern Indonesia,” UNHENA mengajak sivitas akademika untuk melihat pengelolaan sumber daya pesisir secara lebih komprehensif dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan keberlanjutan.
UNHENA akan terus menghadirkan ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dengan berbagai perspektif, baik nasional maupun internasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya akademik, mendorong lahirnya gagasan inovatif, serta menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
Dari pengetahuan global untuk menjawab tantangan lokal, UNHENA terus melangkah membangun pendidikan tinggi yang berwawasan internasional dan berpijak pada potensi daerah.