Lomba Bertutur Cerita Rakyat Berbahasa Tobelo, UNHENA Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Halmahera Utara
Tobelo, 26 September 2026 — Universitas Hein Namotemo (UNHENA) menggelar Lomba Bertutur Cerita Rakyat Menggunakan Bahasa Tobelo yang diikuti oleh siswa-siswi SMA dan SMK di Kota Tobelo. Kegiatan ini merupakan lomba pertama dalam rangkaian kegiatan menyongsong Dies Natalis UNHENA ke-11.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Rektor UNHENA menyampaikan bahwa lomba ini tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dalam bertutur, tetapi juga merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya Halmahera Utara, khususnya melalui penggunaan Bahasa Tobelo.
“Ini merupakan lomba pertama dalam rangkaian kegiatan menyongsong Dies Natalis UNHENA ke-11. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya kita untuk melestarikan budaya Halmahera Utara melalui Bahasa Tobelo,” ujar Rektor.
Lomba ini menghadirkan dua orang dewan juri yang selama ini aktif dalam upaya pelestarian budaya Halmahera Utara, yaitu Bapak Ir. Jesaya Banari dan Bapak Origenes Gohao, S.Pd., M.Pd. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kemampuan peserta dalam bertutur, tetapi juga aspek penggunaan Bahasa Tobelo, penguasaan cerita, ekspresi, penyampaian pesan, serta kemampuan peserta dalam merepresentasikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat.

Para peserta tampil membawakan cerita rakyat menggunakan Bahasa Tobelo dengan penuh semangat, dengan gaya dan karakter masing-masing. Penampilan para siswa menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal apabila diberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga pemenang.
Juara I diraih oleh Melian Oranye dari SMA Negeri 6 Halmahera Utara.
Juara II diraih oleh Afriliana Feronika Manahampi, juga dari SMA Negeri 6 Halmahera Utara.
Sementara Juara III diraih oleh Yuanita Christiani Tayana dari SMK Hein Namotemo
Keberhasilan para peserta dalam lomba ini diharapkan tidak berhenti pada pencapaian kompetisi semata. Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah serta mendorong mereka untuk terus mengenal, menggunakan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Halmahera Utara. Para pemenang masing-masing mendapatkan uang tunai dan sertifikat penghargaan.
Melalui kegiatan ini, UNHENA berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan bahasa serta budaya daerah Halmahera Utara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UNHENA untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal melalui kegiatan pendidikan dan kemasyarakatan. Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa perayaan Dies Natalis UNHENA ke-11 tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati perjalanan institusi, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat sosial, pendidikan, dan kebudayaan bagi masyarakat.