Talk Show Bersama Alumni UNHENA Hadirkan Inspirasi dan Motivasi bagi Mahasiswa
TOBELO, 5 Oktober 2026 – Dalam rangkaian menyongsong Dies Natalis ke-11 Universitas Hein Namotemo (UNHENA), Panitia Dies Natalis dan Wisuda UNHENA Tahun 2026 menyelenggarakan Talk Show Bersama Alumni Universitas Hein Namotemo. Kegiatan ini menjadi agenda kedua dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis dan menghadirkan alumni UNHENA dari berbagai bidang profesi untuk berbagi pengalaman, inspirasi, serta motivasi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan menghadirkan enam alumni, yaitu Nelstin Olivia Lahengking, S.A.B., Glen V. Rahmani, S.Fil, Apriceni Gagali, S.H., M.Pd, Agustince Watimena, S.Pd, Jon Frengky Manipa, S.Pd.Gr, dan Ns. Juan Charlos Manisa, S.Kep. Para alumni berbagi pengalaman mengenai perjalanan selama menempuh pendidikan di UNHENA, pengembangan kompetensi, perjalanan karier, tantangan dunia kerja, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hein Namotemo, Dr. Hendriane Namotemo, SS., MM, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para alumni yang telah berkenan berbagi pengalaman dengan mahasiswa. Menurutnya, kehadiran alumni menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai perjalanan pendidikan, pengembangan karier, tantangan dunia kerja, serta peluang untuk berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan di UNHENA. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan alumni dengan almamater, memperluas jejaring, dan mendorong terjalinnya sinergi serta kolaborasi yang berkelanjutan.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Nelstin Olivia Lahengking, S.A.B., Kepala Sekolah SD GMIH Wayabula, berpesan kepada mahasiswa agar tidak minder menempuh pendidikan di wilayah kabupaten. Ia mendorong mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik, menjaga etika, memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan pengalaman dan keterampilan, serta berani mencoba dan belajar dari kegagalan.
Sementara itu, Apriceni Gagali, S.H., M.Pd. mengangkat tema “Dari Almamater Menuju Dunia Profesional”. Ia menekankan bahwa perjalanan menuju dunia profesional tidak cukup hanya dengan ijazah, tetapi membutuhkan kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, dan jejaring yang kuat. Alumni juga diharapkan tetap menjalin hubungan dengan almamater serta memberikan kontribusi melalui ilmu dan pengalaman yang dimiliki.
Pesan mengenai pentingnya proses, konsistensi, dan pengembangan kompetensi juga disampaikan Agustince Wattimena, S.Pd., Guru SD GMIH 2 Tobelo. Berdasarkan pengalamannya selama menempuh pendidikan hingga meraih predikat cumlaude, ia mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan bukan hanya tentang IPK, tetapi juga tentang ketekunan, keterampilan, pengalaman, keyakinan pada diri sendiri, dan kemauan untuk terus berkembang.
Jon Frengky Manipa, S.Pd., Gr., Guru SMA Negeri 6 Halmahera Utara, turut memberikan motivasi kepada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) agar tidak menyesal memilih bidang tersebut. Menurutnya, lulusan BK memiliki peluang untuk berkiprah di berbagai bidang, termasuk pendidikan, konseling, sumber daya manusia, dan lembaga sosial. Ia juga menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah di UNHENA telah menjadi bekal dalam mendampingi dan memberikan manfaat bagi generasi muda serta masyarakat.

Selanjutnya, Glen V. Rahmani, S.Fil., Pendeta GMIH, melalui tema “Dari Kampus ke Dunia Nyata” mengajak mahasiswa dan alumni untuk terus berpikir kritis, menjaga nama baik almamater, serta berkontribusi bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa menjadi alumni bukan berarti hubungan dengan UNHENA berakhir, tetapi merupakan awal dari peran baru untuk terus bersinergi dan membangun almamater. Khusus bagi mahasiswa Filsafat Keilahian, ia mengingatkan bahwa pelayanan membutuhkan integritas, kesetiaan, kemampuan beradaptasi, dan hati untuk melayani.
Sementara itu, Ns. Juan Charlos Manisa, S.Kep. yang merupakan awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Batch 1 tahun 2026 pada program Magister di Universitas Gadjah Mada, menyampaikan bahwa UNHENA tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun relasi dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Ia menekankan pentingnya etika, kemampuan berkomunikasi, sikap positif, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang sebagai bekal memasuki dunia profesional.
Talk show yang dipandu Oktadwilaras, A.P., Papuling, S.S., M.M. selaku moderator tersebut berlangsung interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdialog dan menggali pengalaman secara langsung dari para alumni. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara alumni dan almamater dalam mendukung kemajuan Universitas Hein Namotemo dan kontribusinya bagi masyarakat.